kawan sejati

Saya pasti tentu setiap daripada kita mempunyai kawan. Kalau tidak kawan karib, kawan biasa-biasa. Ini adalah naluri manusia. Kita diciptakan untuk untuk saling bersosial dan berkomunikasi sesama sendiri. Cuba bayangkan hidup ini tanpa sesiapa untuk kita bercakap dan bermain? Tentu sunyi sepi, bukan.

Ada pula yang menghadapi masalah dalam mencari kawan dan hubungan itu sendiri. Kadang-kadang apabila kita berbuat baik kepada kawan, tidak pernah langsung diendahkan dan dihargai. Ada pula yang menikam dari belakang. Harapkan pagar, pagar makan padi. Kawan jenis ini tidak berkualiti.

Semua orang ada kawan. Semua orang juga boleh menjadi kawan. Namun, bolehkah kita menjadi seorang kawan yang baik? Seorang kawan yang membantu kawannya yang lain tatkala dalam kesusahan.

Ada orang kata, kawan yang baik adalah yang meneman di saat tawa dan tangis. Benar sama sekali. Itu adalah kawan yang sejati. Itu adalah sahabat. Orang yang boleh kita harapkan dalam apa jua keadaan. Teman tempat untuk meluahkan segala perasaan, isi hati yang terpendam dalam ruang yang tersembunyi.

Setiap daripada kita boleh menjadi kawan sejati. Bukan kawan rapat, tetapi kawan yang sejati. Berkualiti. Namun sudah tentunya tidak semua orang yang memilih perkara sedemikian. Bila kawan ditimpa kesusahan, masing-masing hilangkan diri. Bila kawan tidak sealiran, tidak mahu bersantai bersama dan rasa malas hendak berbicara.

Bukanlah susah menjadi seorang kawan sejati. Kawan yang berkualiti dan ikhlas didalam perhubungan tersebut. Mari kita renungkan diri;
Adakah anda seorang kawan sejati?


Tuesday, February 17, 2009

jadilah wanita paling bahagia




TIDAK... Bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas
dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya.

TIDAK... Bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu.

TIDAK... Bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri.

TIDAK... Bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.

TIDAK... Bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.

TIDAK... Bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.

TIDAK... Bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.

TIDAK... Bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.

TIDAK... Bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.

TIDAK... Bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.

YA... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.

YA... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.

YA... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang fakir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.

YA... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur'an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.

YA... Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.

YA... Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

YA... Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu.

YA... Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.

YA... Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim.

YA... Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.



Sumber : Dikutip dari buku "Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia" - DR. Aidh al-Qarni

No comments:

Post a Comment


Dapatkan TestIslamic di SahabatMusleem.blogspot

"Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah saw bersabda: "Sungguh baik keadaan kamu ketika Isa Ibn Mariam turun dalam kalangan kamu, lalu ia memimpin kamu." Salah seorang rawi hadis ini (Ibn Abi Dzi'b) menerangkan dengan katanya: "Lalu memimpin kamu dengan menurut kitab Allah alQuran dan Sunnah Nabi kamu saw." (Muslim)"